Gaya bahasa terbagi menjadi :
- Alusio adalah gaya bahasa perbandingan yang menggunakan ungkapan.
Contoh :
- Bidan itu bertangan dingin.
- Anak itu terkenal tangan panjang.
- Metafora adalah gaya bahasa perbandingan yang melukiskan suatu keadaan dan hal dengan keadaan atau hal lain yang sama sifat.
Contoh :
- Dewa malam mengintip di balik awan.
- Metonemia adalah gaya bahasa perbandingan yang menyebutkan merek untuk mengganti bendanya.
Contoh :
- Ayah ke kantor naik kijang.
- Paman datang naik garuda.
- Antonomasia adalah gaya bahasa perbandingan yang memberi nama sesuai sifatnya.
Contoh :
- "Si cantik" itu teman satu kelasku.
- Personifikasi adalah gaya bahasa perbandingan yang mengandaikan benda berbuat seperti manusia.
Contoh:
- Angin berbisik kepadaku mengabarkan berita itu.
- Ombak berkejar-kejaran di pantai.
- Bulan mengintip di balik awan.
- Senjata pun ikut bicara.
- Ranting-ranting ikut menari.
- Nyiur melambai di pantai.
- Pena menari-menari di atas kertas
- Hiperbola adalah gaya bahasa perbandingan yang melebih-lebihkan kenyataan sebenarnya.
Contoh :
- Suaranya membelah bumi.
- Pecah otak ku memikirkan soal itu.
- Eufemisme adalah gaya bahasa perbandingan yang menghaluskan ucapan agar terdengar sopan.
Contoh :
- Ibunya sudah lama kehilangan akal.
- Baru-baru ini ayahnya di rumahkan dari perusahaan itu.
- Jangan suka mengejek orang yang kurang penglihatan.
- Pleonasme adalah pemakaian kata-kata yang berlebihan.
Contoh :
- Wajah imut-imutnya sangat cantik sekali.
- Dia menengadah ke atas.
- Klimaks adalah gaya bahasa penegasan yang semakin lama semakin menuju ke puncak.
Contoh :
- Mulai dari menabur benih, menanam, menyiangi hingga menuai saya kerjakan sendiri.
- Anti klimaks adalah gaya bahasa penegasan yang semakin lama semakin menuju ke bawah.
Contoh :
- Jangankan seribu, seratus, serupiah pun tidak akan saya berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar